Mobile-8 Subscriber Base Increased 65% and Gross Revenue Grew 50%
Mobile-8 Subscriber Base Increased 65%
and Gross Revenue Grew 50%
JAKARTA, February 21st, 2008 - PT. Mobile-8 Telecom Tbk (Mobile-8 or the Company) today announced that the Company's subscriber base has increased 65%, from approximately 1,8 million subscribers at end of 2006 to become more than 3 million of subscribers at end of 2007, which strongly increased the Company's revenue.
The increase of the Company's subscriber base was primarily due to its 2007 increase of BTS from 440 BTS at end of 2006 to become more than 1.000 BTS at end of 2007. The Company has also commenced its commercial services in several new areas outside Java including Sumatera, Kalimantan, Sulawesi and Bali. This result to an increase on the use of Fren service, as the Company's brand product.
In addition, for the nine month period ended September 30, 2007, the Company recorded EBITDA of Rp281,2 billion (unaudited) or an increase of 81% compared to the same period in 2006. Meanwhile, its EBITDA margin (over gross revenue) surged 35% (unaudited) compare to 30% during the same periode in 2006, mainly due to the increase of the Company's subscribers.
Director & Chief Corporate Affairs Mobile-8 Merza Fachys said, "The twelve months 2007 results was consistently promising with gross revenue increased by 50% year-on-year and 65% increase in our subscriber base to more than 3 millions. This significant increase was mainly contributed by the introduction of our new tariff and the launch of our commercial operation in new areas."
Furthermore, Merza added that the Company will continue its 2007 network expansion outside Java island in 2008, which were not yet undertaken due to Mobile-8's main vendor was not able to implement the deployment plan of Mobile-8's network expansion. All expansion plan in 2008 will use the Company's capital expenditure budget in 2008 of approximately US$140 million, or more than twice fold of the Company's actual capital expenditure in 2007, being approximately US$60 million. "We have prepared sufficient funds for our capital expenditure. In 2007 we had successfully raised new fund through Rp and US Dollar bond issuance amounting to Rp675 billion and US$100 million following our successful IPO of Rp877,5 billion in November 2006. We are also pleased to announce that our US$100 Million Bonds had received an award from The Asset Magazine's Triple A House and Deal Awards for 2007 for the category of ‘The Best High Yield Bond' which was received on January 16, 2008 in Hong Kong," added Merza.
Meanwhile, in relation to the Company's plan in holding the forthcoming AGMS and EGMS in March 2008, the Company had also informed an agenda on the appointment and changes of the Company's Board of Directors and/or Board of Commissioners.
In line with the official statement issued yesterday (21/2/2008) by PT Global Mediacom Tbk (Global) as the Company's parent's company, Global is recommending a change in the Company's management which will consist members of professionals who have long experience in telecommunication industry replacing the previous management who resigned from the Company. They are:
a. Wityasmoro Sih Handayanto, to be appointed as President Director & CEO replacing Hidajat Tjandradjaja. Wityasmoro, who has an excellent telecommunication experience of 25 years, joined Global in September 2007 to lead its IT and infrastructure business. Prior to that, Wityasmoro was a former Director of PT Indosat Tbk.
b. Susanto Sosilo to be appointed as Sales and Marketing Director replacing Chee Pok Jin. Susanto has 16 years of experience in telecommunication industry in Indonesia, including as Sales & Marketing Director at Ericsson Indonesia and Country Head of Sony Ericsson Indonesia; and
c. Anthony Chandra Kartawiria to be appointed as Director and CFO replacing Lucy Suyanto. Anthony has extensive experience in capital market and investment banking businesses, including as President Director of PT Bhakti Capital Indonesia Tbk. Prior to that, Anthony was a Director at PT Bank Century Tbk for eight years and was a Director at PT Indo Citra Finance Tbk for ten years.
Furthermore, Merza, who has 27 years of experience in telecommunication industry, added, "We look forward to stronger results in 2008 following our plan to launch more marketing initiatives including the launch of our fixed wireless access (FWA) services. In addition, as part of our effort to boost-up our subscriber base, we also plan to continue our network expansion in other major cities outside Java, in order to increase our subscribers base and our BTS numbers by more than two folds."
Jumlah Pelanggan Mobile-8 Tumbuh 65%
dan Peningkatan Pendapatan 50%
JAKARTA, 21 Februari 2008 - PT. Mobile-8 Telecom Tbk (Mobile-8 atau Perseroan) pada hari ini menyatakan bahwa jumlah pelanggan Perseroan sepanjang tahun 2007 berhasil tumbuh 65%, yaitu dari sekitar 1,8 juta pelanggan di akhir tahun 2006 menjadi lebih dari 3 juta pelanggan di akhir tahun 2007, sehingga secara signifikan telah meningkatkan pendapatan Perseroan.
Peningkatan jumlah pelanggan ini juga didukung adanya penambahan jumlah BTS dari 440 BTS pada akhir tahun 2006 menjadi lebih dari 1.000 BTS pada akhir tahun 2007 dan telah beroperasi di area-area baru di pulau Sumatera, Kalimantan, Sulawesi dan Bali. Hal ini mengakibatkan peningkatan layanan telepon Fren yang merupakan brand produk unggulan dari Perseroan.
Selain itu, selama periode sembilan bulan yang berakhir 30 September 2007, Perseroan mencatat EBITDA sebesar Rp281,2 miliar (tidak diaudit) atau mengalami peningkatan sebesar 81% dibandingkan dengan angka pada periode yang sama tahun 2006 (tidak diaudit). Sementara itu, marjin EBITDA (terhadap pendapatan kotor) tercatat sebesar 35% (tidak diaudit) dibandingkan dengan 30% pada periode yang sama tahun 2006 (tidak diaudit), yang terutama disebabkan oleh peningkatan jumlah pelanggan.
Direktur & Chief Corporate Affairs Mobile-8 Merza Fachys mengatakan, "Hasil kinerja kami selama dua belas bulan pada tahun 2007 ini menunjukkan kondisi yang menjanjikan dengan adanya peningkatan pendapatan kotor hampir mencapai 50% dibandingkan periode yang sama tahun lalu, serta lonjakan jumlah pelanggan sebesar 65% menjadi lebih dari 3 juta pelanggan. Peningkatan ini terutama didukung oleh peluncuran tarif promosi baru kami, serta dimulainya layanan kami di berbagai area baru di luar pulau Jawa selama tahun 2007 ini."
Merza menjelaskan, di tahun 2008 ini Perseroan akan melanjutkan rencana perluasan layanan di luar pulau Jawa, yang belum sempat terselesaikan di tahun 2007 mengalami penundaan tak terduga akibat vendor utama kami tidak dapat melaksanakan rencana yang telah dijadwalkan sebelumnya. Adapun keseluruhan rencana di tahun 2008 ini akan menggunakan anggaran belanja modal Perseroan tahun 2008 yaitu sekitar USD140 juta. Angka ini lebih dari dua kali lipat dari angka aktual belanja modal tahun 2007 yakni sekitar USD60 juta. "Kami telah menyiapkan dana yang cukup untuk membiayai belanja modal ini. Pada tahun 2007, kami berhasil mengumpulkan dana melalui penjualan obligasi Rupiah sebesar Rp675 miliar dan penjualan obligasi US Dollar sejumlah US Dollar 100 juta, usai melakukan penawaran perdana saham sejumlah Rp877,5 miliar pada bulan November 2006. Selain itu, perlu ditambahkan pula bahwa Obligasi US Dollar kami telah berhasil meraih penghargaan dari The Asset Magazine's Triple A House and Deal Awards for 2007 untuk kategori ‘The Best High Yield Bond' yang diserahkan pada tanggal 16 Januari 2008 lalu di Hong Kong," tandas Merza.Adapun sehubungan dengan rencana akan digelarnya Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan dan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa Perseroan yang akan diselenggarakan pada bulan Maret 2008 mendatang, Perseroan juga menginformasikan adanya agenda mengenai pengangkatan dan perubahan anggota Direksi dan/atau Dewan Komisaris Perseroan.
Sesuai dengan pernyataan resmi yang dikeluarkan kemarin (21/2/2008) oleh PT Global Mediacom Tbk (Global) selaku induk perusahaan Mobile-8, pada saat ini Global sedang melakukan proses pengusulan nama-nama manajemen baru Mobile-8 yaitu para profesional yang sudah berpengalaman di bidang telekomunikasi, yang akan menempati posisi-posisi yang ditinggalkan oleh pemegang jabatan tersebut saat ini. Nama-nama tersebut adalah sebagai berikut:
a. Wityasmoro Sih Handayanto selaku Direktur Utama & CEO menggantikan Hidajat Tjandradjaja. Wityasmoro yang memiliki pengalaman selama 25 tahun di sektor telekomunikasi, bergabung dengan PT Global Mediacom Tbk di bulan September 2007 untuk memimpin bidang IT dan infrastruktur telekomunikasi. Sebelumnya, beliau menjabat sebagai Direktur di PT Indosat Tbk.
b. Susanto Sosilo selaku Direktur Sales dan Pemasaran menggantikan Chee Pok Jin. Susilo memiliki pengalaman luas selama 16 tahun di industri telekomunikasi di Indonesia, termasuk sebelumnya menjabat sebagai Direktur Penjualan & Pemasaran di Ericsson Indonesia dan sebagai Country Head di Sony Ericsson Indonesia; serta
c. Anthony Chandra Kartawiria selaku Direktur dan CFO menggantikan Lucy Suyanto. Anthony memiliki pengalaman luas di bidang pasar modal dan banking investment, termasuk menjabat sebagai Direktur Utama di PT Bhakti Capital Indonesia Tbk. Sebelumnya, beliau menjabat sebagai Direktur di PT Bank Century Tbk selama 8 tahun dan sebagai Direktur di PT Indo Citra Finance Tbk selama 10 tahun.
Selanjutnya, Merza, yang telah berkecimpung di industri telekomunikasi selama 27 tahun, menegaskan, "Kami optimis bahwa kinerja kami di tahun 2008 ini akan lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya sejalan dengan rencana Perseroan untuk meluncurkan berbagai kegiatan pemasaran yang baru, termasuk rencana peluncuran produk baru kami yaitu layanan jaringan telepon tetap lokal tanpa kabel dengan mobilitas terbatas (fixed wireless access / FWA). Selain itu, sebagai upaya untuk menjaring pelanggan baru, kami juga merencanakan untuk memperluas jaringan kami di berbagai kota besar lainnya di luar Pulau Jawa, sehingga diharapkan dapat meningkatkan jumlah pelanggan serta jumlah BTS kami di tahun 2008 ini hingga lebih dari dua kali lipat".
| Attachment | Size |
|---|---|
| Medrel2007PerformanceFeb2108-i.pdf | 101.58 KB |
| Medrel2007PerformanceFeb2108-e.pdf | 97.17 KB |
About Mobile-8
PT Mobile-8 Telecom Tbk. is the fourth largest and the only CDMA-based nationwide cellular operator in Indonesia with full mobility service. Its shares are registered under the trade name FREN on the Jakarta Stock Exchange and Surabaya Stock Exchange. Through its brand product Fren, Mobile-8 provides value added services on both data and multimedia facilities within all of Fren service coverage within Java, Madura, North Sumatera, South Sulawesi and Bali. Mobile-8 offers CDMA2000 1x and CDMA2000 1xEV-DO technologies through its own nationwide 800 MHz CDMA network.
Mengenai Mobile-8
PT Mobile-8 Telecom Tbk. adalah perusahaan telekomunikasi selular terbesar keempat dan penyelenggara jaringan selular berbasis CDMA dengan ijin usaha yang mencakup seluruh Indonesia. Dengan produk Fren, Mobile-8 memberikan nilai tambah pada layanan data dan multimedia yang tersedia pada jangkauan layanan Fren di seluruh pulau Jawa, Madura, Sumatera Utara, Sulawesi Selatan dan Bali. Mobile-8 menggunakan teknologi CDMA2000 1x dan CDMA2000 1xEV-DO pada spektrum frekuensi 800 MHz.
